Malam sudah menua saat mobil Hannan berhenti di pelataran rumah. Andini turun lebih dulu, menggendong Lingga yang sudah tertidur sejak perjalanan. Hannan turun menyusul tanpa berkata apa pun, menutup pintu mobil dengan tenang, lalu melangkah—mengekori Andini di belakang. Andini membuka pintu rumah perlahan agar tidak membangunkan Lingga. Lampu-lampu temaram menyambut mereka, membuat suasana rumah terasa hangat dan tenang. Dengan langkah hati-hati, Andini melangkah ke dalam, dan tanpa menoleh, dia baru sadar bahwa Hannan masih mengikutinya. "Terima kasih untuk makan malamnya," ucap Andini pelan, mencoba memberikan isyarat. Hannan tidak menjawab. Dia hanya membuka jas kemudian meletakkannya di sandaran kursi dekat pintu, lalu menyusul Andini ke lorong menuju kamar. Andini melirik dengan

