"Syarat apa?" tanya Madiya yang kini menoleh kearah Richard. Menunggu penjelasan dari pria itu. Dia juga sedikit khawatir dengan Richard yang merencanakan sesuatu dari dirinya. "Apakah kamu akan menyanggupi syaratnya?" tanya Richard. Madiya hanya mengangguk saja, demi menemukan kebenaran. Dia akan menerima syarat yang diberikan padanya. "Baiklah jika itu yang kamu mau. Sekarang katakan di mana makam Sabira?" tanya Madiya "Bundamu tahu letaknya. Kenapa kamu masih bertanya padaku," ujar Richard. "Aku sudah ke tempat itu, tetapi kata penjaga makam tersebut kalau itu bukan makam Sabira. Melainkan makan orang lain," jawab Madiya. Richard heran sendiri ketika mendengar penjelasan yang diberikan oleh Madiya. Bagaimana mungkin kalau itu bukan makamnya? "Kalau begitu aku akan datang me

