Pagi hari yang cerah, Madiya bangun dan melihat kearah Richard yang memang masih tertidur pulas. Diam-diam Madiya memperhatikan wajah Richard yang memang sengat tampan ketika baru bangun tidur. Tanpa sadar, Madiya mengusap pipinya dengan lembut. Bahkan dia tidak menyangka sama sekali dengan yang dia pikirkan. Apa mungkin dirinya sekarang sudah mulai terpesona dengan ketampanan suaminya? Jika memang benar seperti itu, artinya dia sudah benar jatuh cinta dengan Richard. "Sudah bangun?" goda Richard. "Ayo bangun, aku akan membuatkan sarapan yang enak untuk kamu," ajak Madiya yang sebenernya merasa gugup. Apalagi dia hampir ketahuan memperhatikan wajah Richard yang tampan putih bersih seperti bule. "Kamu tidak mau mandi dulu? Kita bisa mandi bersama jika kamu mau," goda Richard lagi sa

