Bab 18 Madiya Menyelidiki Kasus Adiknya

1350 Kata

Sang mentari menyapa bumi dengan kehangatan sinarnya.Kicau-kicauan burung tak mau kalah menyambut datangnya hari baru.Terdengar suara mesin motor yang berlomba memecah keheningan subuh.Semua makhluk menatap indah hari yang penuh makna. Madiya mengusap matanya dan dia tersadar kalau sekarang dia sudah berada dalam pelukan suaminya. Rasanya nyaman dan tidak mau untuk bangun. Madiya melirik kearah Richard dan dia menghela napas karena baju mereka berdua masih utuh. Artinya memang mereka hanya tidur satu ranjang saja tanpa melakukan hubungan apapun yang lebih jauh dari ini. "Jam berapa?" Terdengar suara serak dari Richard yang baru saja membuka matanya. Mungkin karena tidurnya sudah tidak nyenyak lagi karena Madiya yang sudah bangun. Madiya melirik kearah jam yang ada disampingnya. "Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN