Hari ini Richard benar-benar merasa bahagia, apalagi setelah dia menyuruh Madiya untuk menyiapkan air hangat untuk dirinya. Tentu saja dia merasa kalau hal ini memang harus terjadi. Satu hal yang saat ini Richad inginkan, yaitu tidur bersama dengan Madiya. Rasanya memang sudah tidak sabar melihat wanita itu tertidur lelap. Perlahan namun pasti, kehadiran Madiya disisi dirinya sekarang membuat dia bisa melupakan kenangan tentang Sabira. "Madiya," panggil Richard dengan nada yang sedikit kencang. Dia baru selesai mandi dan melilitkan handuknya sebatas pinggang. Dia menunggu Madiya karena dia akan menyuruh wanita itu menyiapkan baju tidur untuknya. Tentu saja Richard sudah memikirkan ini sedari awal, dia menikah dengan Madiya dan menganggap pernikahan dengan wanita itu dengan baik. Dia

