Madiya merasa mual, padahal dia sudah makan tadi. Dia sendiri merasa heran karena tidak tahu apa yang terjadi padanya. Ana yang melihat Madiya dengan raut muka yang pucat pasi pun merasa khawatir. Ana takut terjadi sesuatu dengan menantunya. "Kamu tidak apa-apa Madiya? Muka kamu pucat sekali, apa kamu sakit?" tanya Ana sambil menghampiri Madiya. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku hanya pusing dan sedikit mual saja sekarang," kata Madiya. Ana yang mendengar itu pun mengerenyitkan dahinya. Dia merasa heran dengan keadaan menantunya sekarang. Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu dan langsung tersenyum. "Kalau begitu, ikut denganku ke rumah sakit. Kita harus memeriksanya," ajak Ana sambil tersenyum. Dia sudah berharap kalau dugaan dirinya akan benar. Madiya menggelengkan kepalan

