Ana senang ketika dia sudah berhasil membuat Richard dekat dengan menantunya. Dia yang sedang duduk bersama dengan suaminya dengan tenang. Tiba-tiba melihat Richard yang keluar dari kamarnya dengan perasaan panik. "Kenapa kamu Richard? Bukannya kamu senang habis ketemu dengan Madiya?" tanya Ana ketika melihat ekspresi wajah anaknya yang kini berada. "Iya, kenapa muka kamu lesu kaya gitu?" tanya Imran yang juga ikut menimpali anaknya. Richard menatap kedua orangtuanya yang tengah duduk di kursi. Dia kemudian ikut duduk juga di sana dengan pandangan yang lesu, bagaimana dia tidak lesu sekarang, apa yang dia inginkan malah tidak tercapai. "Madiya tidak mau bertemu denganku, dia malah merasa aneh, katanya aku bau, dia malah menghindar dariku." "Kenapa Madiya bisa begitu?" tanya Imran

