Kedua mata Syila mengerjap, sinar matahari yang menyorot lewat sela tirai yang sedikit terbuka di jendela kamarnya membuatnya silau. Wanita itu mengulat, merenggangkan otot tubuhnya sekaligus menguap. Istri Angga itu berdecak kesal karena sang suami sudah tidak ada, Syila melihat jam dindingnya, jarum jam menunjukan pukul 7 pagi tapi sinar matahari susah sangat terang. Syila beranjak dari kasurnya, menggulung asal rambutnya ke atas. Tujuannya saat ini adalah dapur karena dia hendak membuat kopi untuk dirinya. Setelah kopinya jadi, dia bawa ke ruang keluarga yang minimalis hanya ada satu sofa panjang dan televisi. Syila menyalakan televisinya seraya menyeruput kopi buatannya sendiri. Wanita itu tidak mencoba menghubungi Angga karena tahu kalau suaminya pastilah sedang olahraga jam segini

