Sesampainya di Rumah Sakit, mereka langsung menuju IGD. Perawat di sana memberikan pertolongan mengambil biji jagung yang ada di lubang hidung Yoan. Beruntung benda itu masih belum terlalu jauh masuk ke rongga hidung dan berhasil dikeluarkan. "Alhamdulillah!" desah mereka lega. Kirana menenangkan Yoan yang masih menangis, hidungnya lecet dan sedikit berdarah. Perawat membuat bulatan kapas dengan antiseptik dan dimasukkan ke lubang hidung Yoan, oleh karena itu pula mungkin anak itu menangis karena merasa tidak nyaman. "Sabar ya, Sayang. Nanti hidungnya nggak sakit lagi," ucap Qeela membantu menenangkan Yoan. Tapi justru anak itu merengek minta digendong olehnya. "La, sepertinya dia mau sama kamu," kata Kirana ragu. Alvin hanya memperhatikan dari jauh selagi dia membereskan administra

