Hati Seorang Ibu

1108 Kata

Setelah shalat Maghrib, Kirana menyiapkan makan malam dan Qeela membantunya. Perempuan muda itu masih memakai gamis yang diberikan oleh Kirana sementara menunggu pakaiannya kering. "Kamu duduk saja, Nak, jangan repot-repot!" ucap Kirana tersenyum, hatinya menghangat ketika menyebut Qeela dengan kata itu. "Nggak apa-apa, lagipula aku mau ngapain kalau nggak membantu," sahut Qeela dari sisi meja dapur lain, dia sedang membantu menata buah di keranjang. Kirana menatap punggung Qeela dengan sendu, ingin sekali dia menyentuh dan memeluknya. Menumpahkan semua kerinduan yang selama ini dipendamnya. "Apa sudah semua, Bu?" tanya Qeela seraya memutar tubuhnya. Kirana yang setengah melamun memandangi Qeela sejak tadi pun langsung berpaling ke arah lain, menyembunyikan matanya yang berair. "Heum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN