Shopia memutar tubuhnya dengan cepat dan sebuah sapaan gugup, ia lontarkan sambil mencoba untuk tersenyum. "S-selamat sore, Pak." Orang yang baru saja keluar dari gedung perusahaan itu, nampak menatap Sophia tanpa berkedip. Hanya sebuah lirikan mata yang ia lakukan pada ponsel milik layar Sophia yang menyala. "Jauhi anak saya!" perintahnya to the point. Sophia membeliak. Ia terlihat gelagapan sambil menundukkan kepala perlahan. "Saya sudah tahu siapa kamu. Kalau kamu berpikir untuk menggaet anak bungsu saya, lupakan saja! Seharusnya, kamu sadar, siapa diri kamu itu. Jangan pernah seret putra saya ke dalam kehidupan kamu! Dan lagi, apa yang diberikan oleh p****************g itu apakah masih kurang? Hingga kamu masih berusaha untuk bekerja di sini dan juga mendekati anak saya. Atau, kam

