Rainer mengembangkan senyumnya. Setelah berhasil menumbangkan Lily, hingga ia terkapar di atas ranjang. "Lagi sayang?" seloroh Rainer sambil bertolak pinggang dan menatap wanita yang menelungkup di atas ranjang, tanpa selain pun pakaian yang melekat di tubuhnya. Lily membeliak. Ia berbalik dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "Nggak ah capek!" "Baru satu kali. Masa sudah capek?" "Satu kali juga berapa lama. Udah satu jam lebih. Kaki aku sampe lemes," keluh Lily dengan bibir dimajukan. "Kalau begitu, gantian Mas yang di atas. Ayo sini," ajak Rainer sambil merengkuh kedua kaki Lily dan membawanya mendekat. Tubuh Lily dikungkung dan baru akan kembali mengecup, pekikan yang dilakukannya, menghentikan aksi Rainer. "Mas! Nanti dulu!" seru Lily. "Hm? Kenapa sayang?" tanya Rainer

