S2. Menjadi Satu-satunya Lelaki Terakhir Kamu

1870 Kata

Pada siang harinya. Lily duduk dengan menyilangkan kedua kakinya di atas tempat tidur. Tangan kirinya memegang ponsel dan tangan kanannya, nampak sibuk men-scroll layar ponselnya. Kedua bola matanya berkutat. Memperhatikan setiap huruf yang tertera. Ia hendak membuat sesuatu hal di hari yang spesial. Setidaknya, kalau pun suaminya lupa. Tahun ini, ia yang akan memulainya lebih dulu dan berharap, tahun-tahun berikutnya, suaminya itulah yang akan bergantian membuatkannya kejutan. Sudah hampir satu jam lamanya berselancar di berbagai jejaring situs internet. Namun, ia belum juga menemukan yang pas. Bola mata Lily memutar ke atas. Ia memikirkan, apa hal yang kira-kira disenangi oleh suaminya tersebut. Setelah berpikir beberapa saat, sepertinya, ia menemukan satu hadiah yang pas, hanya tin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN