"Ma, Pa, Lily tinggal dulu ya? Matthew udah ngantuk kayaknya," ucap Lily sambil menelungkupkan bayi mungil di bahunya, saat acara makan malam telah usai. Senna tersenyum tipis dan mengulurkan tangan kanannya, lalu mengusap kepala bayi di dalam gendongan Lily. "Iya. Ya sudah, ajak tidur saja. Kasian sudah malam." "Rai juga duluan ya, Ma. Masih ada pekerjaan yang belum selesai. Kamarnya yang tadi, Mama ingat kan? Kalau sudah mengantuk langsung naik dan istirahat saja ya, Ma." "Iya Rai." Lily berbalik dan berjalan lebih dulu. Disusul Rainer yang melemparkan sebuah senyuman kepada Robin, sambil menaikkan kedua alisnya bersamaan, hingga beberapa kali dan melirik ke arah ibunya, Senna. Robin mendelik tajam lebih dulu, sebelum akhirnya ia berpura-pura tidak melihat dan menatap ke arah lain.

