S2. Mimpi Buruk Bagi Russell

1114 Kata

Robin dan Senna berjalan cepat di sebuah koridor rumah sakit, yang jaraknya dekat dengan penjara. Sesekali ia menoleh kepada Senna yang langkahnya tertinggal, hingga Robin mengulurkan tangannya dan mencoba untuk menggandeng tangan Senna, agar langkah Robin bisa terimbangi. Dari kejauhan, sudah nampak beberapa orang berseragam polisi, yang duduk menunggu di depan sebuah ruangan. "Bagaimana keadaannya??" tanya Robin dengan napas terengah kepada pihak kepolisian, yang berjaga di depan unit gawat darurat. "Kami masih belum mengetahuinya, Pak." "Kenapa bisa terjadi hal semacam ini? Apa tidak ada petugas yang berjaga??" tanya Robin panik. Bukan karena ia khawatir dengan wanita yang jelas-jelas licik itu. Tapi, karena putranya lah ia menjadi demikian. Kalau sampai terjadi hal yang buruk, kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN