Keesokkan harinya. "Mas, bangun. Mas nggak kerja?" ucap Lily seraya mengguncang tubuh Rainer, yang masih terpejam di atas tempat tidur. Semalam, ia tidak tidur dengan cukup baik. Karena bergantian menjaga putra mereka, yang masih belum memiliki jam tidur teratur. Rainer menyipitkan matanya. Melihat wanita yang sedang duduk di atas tempat tidur, sambil berusaha membangunkannya. Iapun merentangkan tangan kirinya dan merengkuh tubuh Lily, hingga terjatuh ke dalam dekapannya. "Mas, ayo bangun." Lily berusaha melepaskan diri. Namun Rainer malah semakin mempererat dekapannya. Membuat Lily bak sebuah guling di dalam dekapannya. "Mas kerja nggak? Udah siang nih," ucap Lily sambil berusaha membuka kelopak mata Rainer, dengan jemari tangannya. Terbuka memang. Tapi itupun hanya untuk melihat

