Di dalam ruangan kantor. Rainer menopang pipi dengan kepalan tangan kanannya. Lengkung senyuman begitu jelas terlihat. Saat ia yang kembali membayangkan, apa yang terjadi semalam. Orang yang sedari tadi berada di dalam ruangan yang sama, bersama dengan Rainer pun mulai mengernyit keheranan, saat melihat ekspresi wajah atasannya itu. 'Apa dia sudah gila??' batinnya. "Hei, ada apa denganmu! Apa tingkat kewarasanmu sudah berkurang!??" hardik Aaron, yang terlihat bingung melihat atasan sekaligus sahabatnya itu, yang terus-menerus tersenyum. Rainer menurunkan topangan tangannya. Masih dengan sebuah senyuman tidak lepas sedikitpun dari bibirnya. "Hei, kamu tahu? Aku dan istriku sudah... Kita sudah...," Rainer menggelengkan kepalanya. Masih merasa seperti mimpi saja, bisa bergumul di atas

