Lily bergeming. Sementara Russell tersenyum tulus. "Kalau capek itu istirahat. Kalau suntuk ya Refreshing. Kesehatan mental lebih penting. Makanya, yuk kita jalan-jalan!" Lily memutar bola matanya ke bawah, lalu mengembuskan napas dari dalam mulutnya. Sebuah kesempatan yang terbuka lebar. Ingin pergi. Tapi, apa tidak apa-apa, bila pergi bersama Russell? Lily tak menjawab dan melengos pergi begitu saja. Namun, ucapan Russell yang cukup lantang membuat langkah Lily kembali terhenti. "Aku mau mandi lalu bersiap-siap dan menunggu di sini. Kalau kamu mau, kita bisa langsung berangkat setelah itu!" Lily menghela napas dan kembali meneruskan langkah kakinya, sambil menggendong putranya ke lantai atas. Baru sampai di dalam kamar, Lily langsung meletakkan putranya yang cukup berat ke atas t

