Tok tok tok! Pintu ruangan dimana Rainer berada diketuk, hingga beberapa kali. Aaron yang ingin mengantarkan berkas laporan, nampak mengernyit keheranan. Ia kembali ke sisi Siska, sekertaris Rainer. Untuk menanyakan ulang, tentang keberadaan atasan mereka. "Pak Rainer benar-benar tidak keluar?" tanya Aaron di depan meja Siska. Sebenarnya, ia bisa saja menerobos masuk. Mengingat, bila memang ia sudah sering juga melakukan hal tersebut. Tapi sekarang, agaknya ia ingin menunjukkan contoh yang baik. Mengesampingkan hubungan pertemanan, bila sedang berada di kantor. Karena bagaimana pun juga, ia dan Rainer adalah seorang atasan serta bawahan. "Tidak. Dari tadi siang masih ada di dalam ruangan. Kalau keluar, pasti aku sudah melihatnya. Dan juga, beliau pasti menitipkan pesan," ujar Siska. A

