"Sudah sampai, Ma," ucap Rainer, ketika mobilnya terhenti di depan rumah sakit. "Nenek pergi dulu ya, Matthew. Nanti kita ketemu lagi," ucap Senna sambil menoel-noel pipi cucunya, yang sedang rebahan dengan tenang di atas car seat. Robin hanya dapat menghela napas, sudah seharian pergi, tapi tidak terasa sama sekali. "Rai, Lily. Mama duluan ya?" ucap Senna berpamitan. Robin sempat terlihat geram, karena namanya tidak disebutkan. Tapi, hal itu hanya sebentar saja. Karena sebelum Senna menutup pintu mobil, kepalanya kembali muncul dari balik pintu mobil. "Ayo, aku duluan," ucapnya kepada Robin. Robin tersenyum semringah. "Iya. Hati-hati ya??" pesan Robin kemudian. Senna mengangguk dan pintu mobil ditutup, lalu kembali melaju pergi, untuk mengantarkan Robin kembali ke kediamannya sendi

