Setelah kepanikan yang terjadi di kediaman mereka. Kini Lily tengah dibawa ke ruangan bersalin di atas brankar bersama Rainer, yang berada di sampingnya dan terus menggenggam tangan Lily Saliva ditelan berkali-kali oleh Rainer sendiri. Lily yang akan melahirkan. Ia yang tegang bukan main rasanya. Hingga saat mereka telah sampai di ruangan tersebut. Perawat datang dan menancapkan jarum infus pada tangan Lily. Lily mencengkram erat tangan Rainer. Sungguh sakit rasanya. Peluh memenuhi dahinya dan sesekali Rainer usap. Apakah wanita yang akan melahirkan sampai sekacau ini? Lily benar-benar tidak bisa diam. Ia bergerak ke kanan dan ke kiri. Menahan rasa di dalam perutnya. Pinggangnya sudah serasa mau patah, saking sakitnya. "Mas sakit!" Keluhnya kepada Rainer. Rainer kebingungan setenga

