Rainer terkekeh. Ia bertingkah seolah-olah tak ada hal yang perlu dikhawatirkan. "Kamu ini bicara apa sih sayang?? Hm? Bohong apa?? Mas mana bisa membohongi kamu sih??" Senyuman lebar Rainer berikan. Namun setelah ia melihat ekspresi wajah Lily yang datar, senyuman itupun memudar. Tidak ingin berbohong. Tapi ia tidak ingin membagi rasa sakitnya. Rainer hanya ingin memberikan Lily kebahagiaan. Bukan malah membagi rasa sakit yang ia rasakan. Dan untuk itulah, ia selalu berusaha menyembunyikan hal ini terus menerus dari Lily. "Kalaupun Mas sakit. Mas akan sembuh kok. Dan itu demi kamu dan juga anak kita. So, don't worry. Everything it's gonna be fine. Believe me." Lily masih diam mematung sambil memandangi Rainer. Keduanya saling diam dan bertukar pandang. Sampai akhirnya Lily berkata,

