Sudah Tidak Adakah?

2254 Kata

Robin melangkah dengan gontai, menyusuri koridor rumah sakit. Kakinya yang terasa berat, ia seret secara bergantian. Bak memakan buah simalakama. Bila tak Robin lakukan. Tetap saja Rainer hanya akan memiliki waktu yang sedikit untuk bersama sang Mama. Karena belum kunjung mendapatkan pendonor yang pas, di tengah kondisinya yang semakin memburuk saja. Tapi, saat dilakukan pun. Ia tetap akan kehilangan waktu yang berharga itu. Waktu bersama dengan wanita yang sudah lama sekali tidak bersamanya. Robin mengusap wajah dengan tangan kanannya. Tak sanggup menerima semua kenyataan yang begitu pahit ini. Bayangan masa lalu pun kini kembali berputar di dalam kepalanya. "Anaknya laki-laki ya?" ujar Robin sambil berusaha mengelus perut Senna yang membesar. Hembusan napas kasar Robin lakukan. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN