Lily tertegun, sambil menatap suatu benda berbentuk pipih, dengan butiran kecil yang tinggal setengahnya. Dahinya mengernyit heran. Sepertinya, ia melupakan sesuatu. Atau lebih tepatnya, benar-benar lupa, untuk mengikuti aturan rutin, yang seharusnya ia jalani. Rainer mendorong pintu kamar mandi dan keluar, sudah dengan pakaian tidurnya, yang sempat ia tanggalkan tadi, saat bergumul dengan sang istri. Ia mendekati, wanita yang hanya terpaku di tempat sambil berdiri di depan laci nakas. "Kenapa belum tidur sayang?" ucap Rainer sambil melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Lily. Sontak Lily menoleh dan menggelengkan kepalanya. Ia lalu memasukkan kembali benda di tangannya ke dalam laci nakas, serta menutupnya kembali. "Tidur. Sudah malam. Apa mau sekali lagi hm?" goda Rainer dan lang

