Robin melangkah dengan pelan dan gontai, saat baru saja keluar dari dalam mobil, setelah kepulangannya menemui Senna. Baru beberapa langkah mendekat ke pintu masuk utama. Ia tertegun. Melihat pemandangan tak biasa di depan pintu. Seseorang dengan tas ransel di pundak kirinya serta koper di tangan kanannya. Ia memberikan Robin tatapan intens dan Robin hanya mengembuskan napas kasar, serta berjalan semakin mendekati orang tersebut. "Kenapa di sini? Bukan seharusnya, kamu berada di Inggris??" tanya Robin, ketika sudah berdiri di hadapan orang tersebut. "Kenapa? Apa sekarang, Russell pun sudah tidak diterima di sini lagi??" ucap Russell dengan nada menantang. Robin mengembuskan napas panjang dari dalam mulutnya. "Kembalilah ke Inggris. Belajarlah dengan rajin dan fokus saja pada pendidika

