Bab 22. Pacar Sungguhan

1304 Kata

Andra menatap dalam ke mata Ziva, suara hatinya bergejolak penuh keyakinan yang tulus. "Aku memang belum pernah bilang sama orang tuaku, Zi. Tapi mereka pernah bilang, siapa pun yang aku pilih, orang tuaku pasti akan mendukung selama anaknya bahagia." "Orang tuamu pasti belum tahu 'kan, tentang status masa lalulu? Soal pekerjaanku? Bagaimana kalau mereka ternyata nggak setuju?" Kekhawatiran jelas terpancar dari sudut mata Ziva. Tersenyum tipis, Andra mencoba meredam gelombang perasaannya. "Kamu nggak perlu khawatir soal itu, Zi. Kamu harus percaya sama aku, itu bukan masalah sama sekali." Matanya melembut saat membahas luka lama Ziva. "Aku tahu, kamu pernah terluka, trauma karena masa lalu yang nggak mudah, mantan suami kamu yang lebih mementingkan keluarganya daripada kamu. Tapi aku ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN