"Gimana kalau kita kawin lari?" Kata-kata Andra sontak membuat Ziva merasa terkejut. Matanya terbelalak, dia tak menyangka jika kekasihnya itu akan berkata asal di tengah situasi ya serius seperti saat ini. "Jangan ngaco ya, kamu," ucapnya, tak habis pikir. "Aku nggak ngaco. Aku serius, Sayang. Kalau memang mamaku tetap nggak setuju sama hubungan kita, lebih baik kita kawin lari saja," ucap Andra, tak main-main. "Tapi itu bukan solusi," kata Ziva, tak setuju. Andra menatap tajam, dadanya membara penuh tekad. "Aku nggak peduli! Lebih baik aku pergi dari rumah, meninggalkan semuanya. Aku yakin, kita bisa hidup tanpa restu orang tua. Aku ini laki-laki dan aku nggak butuh restu ibuku untuk menikah. Lagi pula, hanya mama yang menentang hubungan kita. Papaku pasti setuju. Bahkan, aku sudah b
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


