Meylin sudah tertidur pulas. Napasnya teratur, wajahnya terlihat jauh lebih tenang dibanding beberapa jam sebelumnya. Selimut yang menutupi tubuhnya sesekali bergerak mengikuti ritme napas, seolah mengingatkan Byantara bahwa gadis itu akhirnya bisa beristirahat tanpa rasa sakit. Byantara duduk di tepi kasur, awalnya hanya berniat memastikan keadaan Meylin… namun entah sejak kapan pandangannya tidak lagi beranjak dari wajah itu. Ia terpaku, seolah waktu berhenti hanya untuk memberinya kesempatan melihat sisi lain dari Meylin, rapuh saat sakit, damai saat terlelap. Beberapa helai rambut Meylin terjatuh di keningnya. Tanpa sadar, tangan Byantara terangkat, hampir saja ia merapikannya. Namun ia buru-buru menahan diri, khawatir membangunkan Meylin… dan khawatir pada hal lain. Bayangan Dewi ke

