Aroma masakan memenuhi seluruh rumah. Dari dapur terdengar suara perlahan piring disusun dan tutup panci dibuka. Meylin mengangkat mangkuk besar berisi sop bening buatan sendiri, sedangkan Risma membantu menyiapkan gelas dan air hangat. “Ma, bisa tolong ambilkan sendok sup?” pinta Meylin sambil tersenyum. “Tentu, Mey. Wah, harum sekali. Byan pasti suka ini,” jawab Risma. Tidak lama kemudian, Byantara keluar dari kamar setelah mandi, rambutnya masih sedikit basah. Melihat meja makan yang sudah tertata rapi, ia terdiam sejenak, merasakan hangat yang berbeda. “Wah… lengkap sekali malam ini,” ucapnya pelan. Meylin tersenyum, matanya teduh. “Aku coba masak menu kesukaanmu yang diberitahu ibu. Sup ayam dan tumis buncis. Semoga cocok dengan seleramu, mas.” Byantara duduk dan menarik napas p

