Byantara tiba di perusahaan. Suasana kantor masih sepi, lampu-lampu sebagian belum dinyalakan, dan hanya terdengar dengungan AC yang baru mulai bekerja. Masih terlalu pagi untuk siapa pun datang. Begitu duduk di ruang kerjanya, rasa gelisah tiba-tiba menyusup tanpa permisi. Pikiran Byantara kembali pada sosok yang ia tinggalkan di rumah, Meylin, yang sendirian di tempat asing itu. Apalagi setelah kebohongan demi kebohongan yang ia lontarkan semalam, rasanya d**a Byantara makin sesak. Ia meraih ponselnya. Tidak apa-apa kalau aku menelponnya… lagian ibuku juga tadi mencarinya, pikir Byantara mencari alasan agar tidak terlihat seperti suami yang mendadak perhatian. Satu kali panggilan… Tidak diangkat. Dua kali… Masih tidak tersambung. Tiga kali… Sunyi. Tidak ada jawaban. Kening By

