79. Masa Lalu Berdiri di Depan Pintu”

1260 Kata

Setelah pertemuan dengan rekan bisnisnya selesai, Byantara tidak menunggu lebih lama. Ia langsung memutuskan pulang. Ada rindu yang menggelitik dadanya, rindu yang sederhana namun menenangkan, rindu pada rumah, pada Meylin. Sungguh berbeda dengan dulu, kalau dulu dia suka berlama-lama agar sampai di rumah sudah malam, kini ada kesempatan untuk pulang lebih cepat, Byantara tanpa ragu langsung memilih untuk pulang. Di dalam mobil, ia sempat mengirim pesan singkat pada Budi, memberi tahu bahwa ia tidak akan kembali ke perusahaan hari itu. Sudah tanggung, pikirnya. Lebih baik ia pulang dan menikmati sisa hari bersama istrinya. Budi membalas singkat, mengiyakan tanpa tambahan apa pun. Ia memilih tidak menceritakan kedatangan Dewi tadi siang. Dalam benaknya, perempuan itu sudah bukan siapa-si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN