76. Kembali Dari Bulan Madu

1180 Kata

Lampu studio menyala terang, kamera kembali diarahkan ke wajah Dewi. Namun kali ini, fokusnya buyar. Tatapannya kosong, ekspresinya terlambat setengah detik dari aba-aba fotografer. “Cut. Dewi, ulang ya. Tatapannya kurang dapat,” ujar sang fotografer, berusaha tetap profesional. Dewi mengangguk cepat. “Maaf,” katanya singkat. Namun baru beberapa pose berjalan, kesalahan kembali terjadi. Gerakannya kaku, senyumnya tidak sampai ke mata. Beberapa kru mulai saling bertukar pandang. Ini bukan Dewi yang mereka kenal, bukan model profesional yang selalu sempurna di depan kamera. Dadanya terasa sesak. Bayangan wajah Meylin terus muncul, bercampur dengan senyum Byantara yang kini tidak lagi tertuju padanya. Sejak kapan aku mulai kehilangan kendali seperti ini? batinnya bergejolak. Untuk perta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN