75. Bulan Madu yang Mengikat Hati

1085 Kata

Perjalanan bulan madu mereka berlanjut ke Pulau Padar. Kapal kayu yang mereka tumpangi melaju pelan, membelah laut biru kehijauan yang berkilau di bawah sinar matahari. Dari kejauhan, siluet Pulau Padar tampak megah dengan perbukitan khasnya yang berlapis-lapis, seolah lukisan alam yang sengaja diciptakan untuk pasangan yang ingin menyimpan kenangan. Meylin menatap pemandangan itu cukup lama sebelum akhirnya berucap pelan, “Mas… apa kita tidak terlalu lama di sini?” Ia menoleh pada Byantara. “Aku khawatir perusahaan membutuhkan mas.” Byantara terkekeh, lalu menarik Meylin lebih dekat ke sisinya. “Sedang bulan madu kok yang kamu pikirkan malah pekerjaanku,” ujarnya menggoda. “Tenang saja. Ada Budi. Untuk kali ini, izinkan aku jadi suami Meylin saja, bukan direktur perusahaan.” Meyl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN