99. Ketika Masa Lalu Mengetuk Pintu Rumah Tangga

1016 Kata

Ina menutup pintu pelan setelah kepergian Dewi, lalu menoleh ke arah Meylin dengan raut wajah yang tidak sepenuhnya tenang. Perempuan itu tampak ragu sejenak, seolah menimbang apakah ia perlu berbicara atau tidak. Namun akhirnya Ina menarik napas dan mendekat. “Nyonya… maaf kalau saya lancang,” ucap Ina hati-hati. “Tapi sejak Nyonya amnesia, sebaiknya Nyonya lebih waspada sama orang yang baru dikenal.” Meylin menoleh, sedikit terkejut melihat ekspresi Ina yang serius. “Kenapa, Mbak Ina? Apa aku salah bicara tadi?” “Bukan salah,” Ina cepat menggeleng. “Cuma… sekarang Nyonya belum ingat banyak hal. Orang bisa saja datang dengan niat yang kelihatannya baik, tapi kita nggak pernah tahu isi hatinya.” Meylin terdiam. Kata-kata itu masuk perlahan, menimbulkan getaran halus di dadanya. “Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN