72. Saat Istri Bahagia, Mantan Terluka

1294 Kata

Kapal cepat yang mereka tumpangi akhirnya melambat. Dari kejauhan, Pulau Kelor tampak seperti lukisan, sebuah pulau kecil dengan perbukitan hijau yang menjulang lembut, dikelilingi laut biru jernih yang bergradasi, dari toska muda hingga biru tua. Angin laut berembus pelan, membawa aroma asin yang segar. Sinar matahari sore memantul di permukaan air, berkilau seperti serpihan perak. Meylin berdiri di sisi kapal, matanya berbinar. “Indah sekali…” gumamnya pelan, seolah takut merusak keheningan. Byantara berdiri di belakangnya, tangannya terulur melingkari pinggang Meylin, menahan tubuh istrinya agar tetap seimbang saat kapal bergoyang ringan. “Aku ingin kamu melihat ini pertama kali bersamaku,” ucapnya lirih di dekat telinga Meylin. Begitu menjejakkan kaki di dermaga kayu kecil, pasir p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN