47. Tamu tak Diundang

1192 Kata

Saat Andi tiba di rumah Byantara dan Meylin, langkahnya terhenti. Dadanya terasa sesak oleh keraguan yang sejak tadi menghantui pikirannya. Rumah di depannya memang terlihat indah, halaman luas yang terawat, pepohonan kecil yang ditata rapi, serta bangunan rumah yang sederhana namun kokoh. Bukan rumah mewah ala perkotaan, tetapi jelas nyaman dan hangat. Ciri khas rumah di pedesaan: halaman besar, bangunan tidak terlalu besar, namun memiliki kesan mapan. Namun justru hal itu membuat Andi semakin gelisah. Sungguh tidak cocok Meylin menikah dengan pria kampung seperti ini. Mungkin kalau di kampung dia dianggap kaya… tapi tetap saja tidak cocok dengan Meylin! pikir Andi dengan d**a bergejolak. Ada rasa tak rela yang menyesakkan. Semakin lama ia berdiri, semakin kuat dugaan bahwa ada sesuatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN