Byantara terdiam lama setelah meninggalkan apartemen Dewi. Jalanan pagi yang ramai terasa hampa, pikirannya penuh dengan bayangan dua perempuan yang kini mengisi hidupnya dengan cara berbeda. Dewi... gadis yang dulu ia perjuangkan habis-habisan, yang membuatnya sempat melawan ibunya, sampai akhirnya sang ibu mengancamnya. Perempuan yang dulu begitu sederhana, tapi kini hidupnya dikelilingi kemewahan dan ego yang semakin tidak bisa ia pahami. Sementara Meylin… gadis itu tidak pernah menuntut apapun darinya. Setiap pagi ia menyambutnya dengan senyum hangat dan tatapan teduh yang anehnya membuat hati Byantara terasa tenang. Ia selalu memastikan sarapannya tersedia, bajunya rapi, dan meskipun mereka tidak menikah karena cinta, Meylin menjalani semuanya dengan penuh ketulusan. Byantara meng

