57. Terlambat Menyadari Cinta yang Sebenarnya

1099 Kata

Byantara terdiam cukup lama. Ia berdiri di samping mobil itu tanpa berkata apa-apa, matanya menatap Meylin dengan cara yang berbeda. Bukan lagi tatapan seorang pria yang merasa bisa belajar untuk mengerti segalanya, melainkan tatapan seseorang yang baru menyadari bahwa ada bagian dari istrinya yang tak pernah benar-benar ia pahami. Selama ini ia mengira Meylin hanya pendiam, mudah mengalah, terlalu sederhana karena ada rahasia yang disimpan. Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik sikap tenang itu, ada ketakutan yang begitu nyata, bukan ketakutan yang berisik, melainkan ketakutan yang disimpan rapi dan dipeluk sendirian. “Maaf,” ucap Byantara akhirnya dengan canggung dan perasaan bersalah. Kata itu keluar tanpa perhitungan, hanya refleks. Meylin mengangkat wajahnya. Ada sedikit keterk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN