68. Yakin Tak Akan Tergantikan

1098 Kata

“Pak Byan, semuanya sudah selesai dan aman. Sudah bisa ditinggal,” lapor Budi dengan nada lega. Senyum di wajahnya sulit disembunyikan, ikut bahagia melihat perubahan pada sang bos. Byantara mengangguk singkat. Sejak tadi, ia sudah menggeser bangku putar ke sampingnya, memberi isyarat agar Meylin duduk lebih dekat. Ada niat sederhana di hatinya, mengobrol sebentar, menikmati keberadaan istrinya di ruang kerja yang biasanya sunyi dan kaku. Namun yang terjadi justru sebaliknya. “Kalau sedang bekerja, jangan mengobrol, Mas,” omel Meylin pelan, tapi jelas. Tatapannya serius, seperti sedang menasihati anak kecil. “Nanti kalau salah malah repot. Ayo diperhatikan lagi dengan teliti pekerjaannya. Aku duduk di sini saja, melihat Mas kerja. Mas tidak usah mengkhawatirkan aku.” Byantara terdiam s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN