Bayu dan Sakuta melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerja Gumelar Lesmana, terlihat sosok lelaki parubaya itu, sedang berpikir keras dan tentu saja itu membuat Bayu dan Sakuta saling berpandangan. Keduanya sekarang mengerti kenapa Agisa begitu khawatir dengan tingkah Papinya ini dan ia tidak percaya, jika Papinya menjadi seperti ini setelah ditinggal Maminya. "Pi..." panggil Bayu membuat Gumelar segera menyadari kehadiran Bayu dan Sakuta. "Ohh...kalian," ucap Gumelar. Bayu duduk disofa bersama Sakuta membuat Gumelar segera berdiri dan ia melangkahkan kakinya mendekati kedua putranya ini. Bayu mengulurkan tangannya mencium punggung Gumelar, diikuti oleh Sakuta. "Apa kalian akan sama seperti Ibra yang marah sama Papi?" Tanya Gumelar membuat Bayu menghela napasnya. Benar apa kata ora

