"Nol persen?" Bastian menatap kertas hasil laboratorium di tangannya dengan tatapan kosong. Kertas itu remuk dalam cengkeramannya yang gemetar. Di hadapannya, tim dokter spesialis menunduk, tidak berani menatap mata sang penguasa yang sedang runtuh. "Maafkan kami, Tuan Elvano," ujar kepala tim dokter dengan hati-hati. "Meskipun teknologi HLA matching kami adalah yang termutakhir, antibodi dalam tubuh Nona Aira menolak jaringan ginjal Bapak. Jika dipaksakan, tubuhnya akan mengalami reaksi hiperakut. Dia bisa meninggal di meja operasi." Bastian tertawa. Tawa kering yang mengerikan. Dia punya segalanya. Dia bisa membeli pulau, dia bisa meruntuhkan perusahaan saingan dalam semalam. Tapi dia tidak bisa memberikan organ tubuhnya sendiri untuk wanita yang dia cintai. Tubuhnya, yang dulu dise

