Asal Dia Hidup!

1596 Kata

Cahaya matahari pagi merayap masuk melalui celah tirai yang sedikit terbuka, jatuh tepat di kelopak mata Aira yang masih terpejam. Aira mengerjapkan mata perlahan. Kepalanya terasa berat, seperti diisi timah panas. Ingatannya tentang kejadian semalam masih samar, teriakan Clara, kemarahan Bastian, dan pelukan erat pria itu yang terasa begitu menakutkan hingga membuatnya kehilangan kesadaran. Dengan jantung yang mulai berdegup waspada, Aira membuka matanya sepenuhnya. Hal pertama yang ia lihat bukanlah wajah dingin Elvano yang biasa menatapnya dengan jijik, melainkan pemandangan yang seolah ditarik paksa dari masa lalu, lima tahun yang lalu. Bastian berdiri di samping ranjang. Dia tidak mengenakan setelan jas Armani yang kaku. Dia tidak mengenakan kemeja hitam yang mengintimidasi. Pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN