Dia… simpanan Pribadiku

1490 Kata

Waktu bagi Aira tidak lagi dihitung dalam jam atau menit, melainkan dalam detak rasa sakit. Dua minggu telah berlalu sejak insiden kopi di ruang rapat itu. Sejak saat itu, neraka duniawinya meluas. Gosip tentang dirinya menyebar seperti virus di kantor Elvano Corp. Setiap kali Aira berjalan ke pantri atau toilet, suara bisik-bisik akan senyap mendadak, digantikan oleh tatapan jijik dan senyum mengejek. "Itu dia, si wanita penghibur." "Katanya servisnya memuaskan sampai Bos tidak bisa lepas. Dasar tidak tahu malu. Sampai segitunya mau hidup dan makan enak.” "Kasihan ya, dulu putri raja, sekarang cuma jadi piala bergilir. Coba tebak sebelum Bos, dia dipelihara siapa?" Aira mendengar semuanya. Dia ingin menyumbat telinganya, berteriak bahwa dia melakukannya demi nyawa ayahnya. Tapi siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN