Susah kan Aku Sesuka Hatimu

1312 Kata

Napas mereka memburu, uap hangat mengepul tipis di udara malam yang dingin, menyatu dan menghilang di antara dedaunan pohon beringin tua. Ciuman itu berakhir, namun kening mereka masih saling menempel. Hidung mereka bersentuhan, berbagi oksigen yang sama di tengah kesunyian kampus yang mencekam namun magis. Tangan Bastian masih menangkup wajah Aira, ibu jarinya mengusap lembut pipi wanita itu yang basah oleh air mata bahagia. Aira membuka matanya perlahan. Dalam jarak sedekat ini, dia bisa melihat pantulan dirinya di mata hitam Bastian. Dia melihat Aira yang berantakan, Aira yang rapuh, namun dicintai dengan begitu hebat. Rasa bersalah yang selama ini menjadi hantu di sudut hatinya kembali menyeruak. Kali ini, Aira tidak menepisnya. Dia membiarkannya keluar, menumpahkannya di hadapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN