Ucap Janji Suci

1403 Kata

Satu bulan. Waktu tiga puluh hari itu digunakan Bastian dengan presisi seorang arsitek yang sedang membangun mahakarya. Dia memastikan setiap detail kondisi fisik Aira terpantau. Dokter gizi, spesialis ginjal, hingga terapis fisik didatangkan bergantian ke rumah Menteng. Bastian tidak ingin Aira pingsan di altar. Dia ingin Aira berdiri tegak, cantik, dan sadar sepenuhnya saat dunia, atau setidaknya perwakilan dunia mereka, menyaksikan penyatuan ini. Pagi itu, matahari Jakarta bersinar lembut, seolah merestui. Taman belakang rumah kolonial keluarga Wiranata telah disulap menjadi venue pemberkatan yang intim namun sakral. Tidak ada tenda pesta yang berisik. Hanya ada deretan kursi putih Chiavari yang dihiasi bunga Baby’s Breath dan mawar putih segar. Aira duduk di depan meja rias di kama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN