Tiga hari telah berlalu sejak sore yang kelabu di taman belakang itu. Tiga hari yang terasa seperti tiga abad bagi Aira. Sejak penolakan itu, saat Aira berlari meninggalkan Bastian dengan kotak cincin yang masih terbuka, Bastian menghilang. Tidak ada lagi mobil Maybach hitam yang parkir di halaman depan. Tidak ada lagi Bastian yang datang membawa buah tangan atau sekadar duduk menemani Aira minum teh di sore hari. Ponsel Aira yang baru dibelikan Bastian pun membisu. Tidak ada pesan, tidak ada panggilan. Keheningan ini mencekik. Namun, di dalam hati kecilnya yang paling perih, Aira mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini adalah hal yang benar. Bastian akhirnya sadar. Pria itu akhirnya melihat realita yang coba Aira tunjukkan, bahwa mencintai wanita rusak seperti Aira adalah invest

