Mau Mati Disini

1252 Kata

Pria itu merogoh saku, mengeluarkan sebuah earpiece kecil dan memasangnya di telinga. Dia menekan tombol kecil di sana. "Merpati di tangan. Alihkan anjing penjaga. Sekarang," perintahnya dingin. Hanya selang tiga detik kemudian, keributan pecah di ujung lorong VVIP. Seorang pria, yang tampaknya pengunjung biasa, tiba-tiba berteriak histeris, melemparkan tong sampah besi ke arah kaca jendela perawat stasiun. PRANG! "KEBAKARAN! ADA API! TOLONG!" teriak pria itu, menciptakan kekacauan yang disengaja. Dua pengawal Bastian yang berjaga di depan pintu kamar Aira tersentak. Insting mereka terbagi. Salah satu dari mereka refleks berlari ke arah sumber keributan untuk menetralisir ancaman, sementara satu lagi tetap di posisi, namun matanya teralihkan, waspada mengamati situasi. Itu celah yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN