Ekstra Bab 04.-1

716 Kata

Sultan sedang memejamkan mata, menikmati pendakian yang sudah nyatis tiba di puncak. Sedikit lagi. Sedikit lagi dia akan sampai, saat tiba-tiba merasakan tepukan di lengan kirinya. "Berhenti, Sayang. Bayinya mau keluar." Sultan membuka mata. “Apa, Sayang? Kamu mau keluar? Keluarin saja, jangan ditahan,” ujar Sultan melihat istrinya meringis. Pikirnya, istrinya itu sedang menahan sesuatu yang sudah hendak meledak. “Perutku kontraksi. Bayinya yang mau keluar.” Sultan berhenti bergerak. Sepasang mata pria itu terbuka lebar. “Sekarang?" Hasrat yang sudah hampir meledak itu perlahan luruh. Seolah pendakian yang sudah nyaris tiba di puncak itu gagal ketika kakinya memanjat tonjolan batu, namun batu itu terlepas hingga tubuhnya meluncur ke bawah. “Tahun depan.” Kansa masih bisa bercanda, sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN