Ekstra Bab 04.-2

707 Kata

Sultan mengatur posisi kursi yang diduduki istrinya supaya wanita itu bisa setengah berbaring. Sultan menggenggam sebelah telapak tangan sang istri. Satu tangan yang bebas mengusap kepala sang istri yang menyandar punggung kursi. Sultan tersenyum, berusaha untuk terlihat tenang di depan istrinya. Padahal sebenarnya ia merasakan tubuhnya panas dingin tidak karuan. Jantungnya bergerak tak beraturan. “Aku tidak apa-apa. Kadang sakit waktu kontraksi, tapi, lama-lama aku hafal rasa sakitnya.” Lalu Kansa diam seraya mengatur tarikan napas untuk mengurangi rasa sakit ketika kontraksi datang. “Sakit lagi?” tebak Sultan melihat sang istri terdiam lalu tampak menghela napas panjang. Pria itu menahan ringisan melihat sang istri mengangguk, tapi, tetap tersenyum. Sultan merasakan dadanya penuh. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN