Side Story Mariana & Juna--Pertemuan Pertama-2

713 Kata

“Kalau berani, ngomong sama abangmu. Izin dulu sama dia. Kalau abangmu boleh, Mbak pergi.” “Ya ampun, Mbak. Mana mungkin bang Sultan izinin Mbak pergi nemuin calonku.” “Nah itu, kamu sudah paham,” ujar Kansa seraya mempercepat ayunan kaki keluar dari kantin perusahaan. Jangan membayangkan kantin perusahaan Atmadja seperti kantin-kantin perusahaan lain. Yang kotor, berisik, berantakan. Tidak sama sekali. Kantin di perusahaan Atmadja sangat bersih, nyaman, full AC. Lebih mirip restoran di sebuah hotel. “Ya Tuhan, jadi aku harus tetap ketemu dia?” “Coba saja. Jangan sampai nyesel kalau ternyata dia spek yang kamu mau.” Dua bahu Mariana terjatuh. Putus asa karena tidak berhasil membujuk sang kakak ipar untuk membantu. Mariana melangkah lesu. Membiarkan kakak iparnya berjalan di depannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN